Latest Post

Pasar Modern



Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual, selain bahan makanan makanan seperti; buah, sayuran, daging; sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama. Contoh dari pasar modern yang ada di Kediri adalah hypermart, giant, indomaret, alfamart, dll.
Pasar dapat dikategorikan dalam beberapa hal. Yaitu menurut jenisnya, jenis barang yang dijual, lokasi pasar, hari, luas jangkauan dan wujud.

0 komentar

Pasar Tradisional



Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Kabupaten Kediri, dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Beberapa pasar tradisional di kabupaten Kediri  antara lain adalah pasar  Gringging, Banyakan, Ngadiluwih, Kras, Pare   dan banyak lagi  pasar-pasar tradisional yang tersebar disetiap kecamatan.
0 komentar

Krupuk Pasir



Siapa tak tahu kerupuk? Makanan murah meriah ini memang sangat digemari banyak orang. Banyak sekali jenis kerupuk yang ada disekitar kita. Dan dari sekian banyak kerupuk tersebut ada kerupuk yang cukup unik, yakni kerupuk goreng pasir. Kerupuk yang dikenal sebagai ‘kerupuk melarat’ ini berasal dari desa – desa atau kampung dari berbagai daerah. Kerupuk renyah dengan rasa gurih dan asin ini memang cukup digemari oleh masyarakat. Namun apakah kebanyakan dari anda mengetahui bagaimana cara membuat kerupuk goreng pasir ? Tentu hal ini tak terpikirkan. Jika belum, berikut adalah cara pembuatan kerupuk : 
Pertama, siapkan alat dan bahan. Bahan untuk pembuatan kerupuk ini berupa : Tepung tapioka, Garam,dan Bawang. Untuk alat pembuatan cukup sediakan pisau, timbangan, tampah. Setelah semua alat dan bahan terkumpul maka siaplah kita untuk membuat kerupuknya. Cara membuat kerupuk goreng pasir ini diawali dengan menyiapkan tepung tapioka,  garam sebanyak 4,5 kg, serta bawang sebanyak 1 kg yang telah dihaluskan. Kemudian, campur semua bahan - bahan tersebut. Aduk hingga tercampur semua atau sampai merata. Letakkan pada sebuah cetakan dengan ukuran 150cm x 250cm. Sebagian tepung yang telah tercampur bumbu kemudian ‘dicor’ dengan air mendidih.
   
Pengecoran ini dilakukan dengan ketinggian air yang dikocorkan berada pada ketinggian 1 meter di atas tepung. Air mendidih yang diperlukan sebanyak 3 ember. Yang terjadi kemudian adalah tepung yang telah dicor akan berubah menjadi gumpalan semacam kanji yang mengental. Nah, kanji yang mengental inilah yang menjadi bahan pembuat krupuk. Jadi, caranya untuk membuat krupuk goreng pasir adalah dengan mencapur kanji yang telah dibuat dengan sisa tepung yang tidak dicor. Buat gelondongan dari bahan gumpalan kanji dan tepung. Aduk - aduk hingga mengeras. Setelah gelondong dirasa cukup keras, maka gelondongan tersebut bisa diiris tipis. Besar kecilnya ukuran krupuk tergantung selera.

Setelah diiris krupuk yang belum jadi tersebut ditata di atas tampah dengan jumlah secukupnya antara 15 - 20 irisan. Tutup irisan kerupuk tersebut hingga matang. Tapi perlu diingat jangan terlalu lama dalam menutup kerupuknya. Karena bila terlalu matang maka akan berakibat kerupuk akan memiliki kualitas yang jelek. Setelah proses pematangan yang dirasa cukup, irisan kerupuk kemudian dipindahkan dari tampah ke wadah yang lain. Pindahkan dengan hati - hati. Setelah itu jemur irisan kerupuk  hingga kering. Setelah kering maka kita tinggal menggorengnya. Nah dalam menggoreng kerupuk ini cukup unik. Yaitu menggunakan pasir sungai yang telah dibersihkan.

Goreng krupuk ini menggunakan pasir sungai dalam keadaan panas. Memang terkesan aneh, tapi menggoreng menggunakan pasir ini sangat terbukti dapat membuat kerupuk ini memiliki cita rasa yang unik. Selain renyah tentu kerupuk ini tidak mengandung lemak – lemak jahat layaknya kita menggoreng menggunakan minyak goreng. Meskipun tidak menggunakan minyak, kerupuk ini dapat mengembang setelah digoreng. Rasa yang dihasilkan sangatlah unik, antara asin, gurih dan renyah menjadi satu.   Karena hal inilah kenapa kerupuk ini disebut Kerupuk Melarat. Nah, begitulah cara membuat kerupuk goreng pasir atau yang biasa disebut kerupuk melarat. 
1 komentar

Tahu POO


Singgah ke kota Kediri jangan sampai terlewatkan membeli tahu kuning atau tahu takwa? Mau tahu kenapa? Karena kota Kediri merupakan salah satu kota produsen tahu, dan tak perlu diragukan lagi kalo tahu buatan kota ini memang cukup enak. Salah satu toko oleh-oleh yang menyediakan tahu yang cukup ternama yaitu tahu POO adalah toko Oen yang berada di jalan Yos Sudarso no. 92, Kediri.

Di sini tersedia aneka tahu dengan merk POO yang asli, ada tahu takwa atau lebih dikenal dengan tahu kuning. Selain itu ada juga tahu pong, jenis tahu ini seperti tahu gejrot atau tahu sumedang, dikenal dengan nama tahu pong karena jenis tahu ini jika digoreng akan mengembung dan tengahnya kosong atau dalam bahasa Jawa disebut kopong. Olahan tahu lainnya yaitu kerupuk dan stik tahu yang juga terkenal sebagai camilan dan oleh-oleh karena rasanya yang cukup lezat.

Selain tahu ada satu lagi oleh-oleh yang cukup digemari disini, yaitu makanan olahan dari pisang, namanya getuk pisang. Bentuknya sendiri tidak seperti getuk pada umumnya, tapi berbentuk seperti lemper atau lontong. Getuk pisang dibungkus dengan menggunakan daun pisang yang digulung sehingga mirip dengan lontong dan berisi pisang raja yang dihaluskan dan sudah dikukus. Rasanya cukup enak, manis dan unik karena sedikit berbeda dengan getuk yang biasa kita kenal.

Cukup menarik bukan?? Tidak ada salahnya mencoba membeli tahu atau getuk pisang sebagai buah tangan bagi keluarga maupun sahabat. Toko oleh-oleh Oen buka cukup pagi, yaitu mulai jam 7 pagi hingga jam 8 malam. Selain tahu dan getuk, disini juga tersedia aneka jajanan dan camilan yang cukup menarik.
0 komentar

Nasi Pecel Tumpang



Nasi disajikan di atas pincuk daun pisang. Nasi yang masih mengepul hangat, diatasnya diberi sayuran daun pepaya / daun kenikir / daun ketela pohon, kacang panjang, buah pepaya muda dan kecambah, lantas diguyur dengan sambal pecel dan sambal tumpang.

Sambal tumpang yang bumbunya komplit, pedas, asin, gurih berpadu dengan sambal pecel yang berasa pedas manis. Diatasnya ditaburi lalapan rajangan mentimun, lamtoro dan daun kemangi. Lauknya sederhana saja : perkedel singkong, tempe atau tahu goreng. Dan sebagai pelengkapnya : rempeyek kacang / teri ditambah kerupuk yang kriuk.. kriuk.. kriuukkk.. renyah...!! Mantaappp..!!!

Ada beberapa warung nasi pecel tumpang yang menjadi langganan para perantau saat mudik ke Kediri.

Masing-masing penjual memiliki ciri khas, kelebihan dan daya tarik yang membuat pelanggan terus datang dan datang lagi.., untuk menikmati nasi pecel tumpang.

Sarapan nasi pecel tumpang

Kuliner nasi pecel tumpang sudah pernah diulas di blog ini.. jadii.. ga masalah, yaa.. kalo saya ulangi lagi ceritanya. Karena.. nasi pecel tumpang adalah legenda kuliner khas Kediri.

Penjual nasi pecel tumpang, dapat dengan mudah ditemui di seluruh pelosok Kediri.
Di sudut-sudut gang, di pinggir jalan, di warung-warung, di pasar tradisional, di emperan toko.., rasanya begitu mudah menemukan lapak penjual nasi pecel tumpang.

Makanan ini rasanya nikmat disantap kapan saja. Untuk sarapan pagi, makan siang atau
malam hari sambil lesehan bareng teman-teman. Menurutku.., rasa nasi pecel tumpang Kediri itu.. hanya ada dua.. yaitu : enak dan enak sekali..!!

lokasi warung kuliner nasi pecel tumpang kediri. Warung Nasi Pecel Tumpang Bu Darmo
Lokasi : Banjaran Gg. I . Jam buka : pagi sampai siang

Nasi pecel tumpang yang nyamleng rasanya, terlebih rasa sambal pecel-nya.. wooww.. mantaabb pedes-nya. Bagi penggemar rasa pedas, dijamin akan terpenuhi seleranya disini. Tapii.., jangan kaget kalo harus antri lama, terlebih hari Minggu atau hari libur. Pelanggan-nya sangat banyak. Perlu disiapkan energi kesabaran, jika ingin menikmati kelezatan nasi pecel tumpang Bu Darmo Banjaran.

Warung Nasi Pecel Tumpang "Bu Tin"
Lokasi : Jl. Patimura, sebelah timur Pasar Setono Betek
Jam buka : pagi sampai siang
Di warung yang bersahaja ini, menikmati nasi pecel tumpang terasa semakin sedap dan miroso. Tersedia juga menu jenang kolak. Cita rasa perpaduan manisnya kolak pisang dan lembutnya bubur sumsum.. ehmm.. sungguh sangat 'ngangeni'.

Nasi Pecel Tumpang Pasar Bandar Kediri
Lokasi : di dalam area Pasar Bandar
Jam buka : dini hari sampai siang
Terdapat beberapa penjual nasi pecel tumpang di Pasar Bandar. Biasanya kami memilih
warung nasi pecel tumpang yang menyediakan dawet campur.
Jadi.., selesai menyantap nasi pecel tumpang, langsung memesan dawet campur yang hangat.
Semangkok dawet campur terdiri dari : bubur sumsum, bubur ketan hitam, bubur mutiara, agar-agar rumput laut dan cendol warna hijau. Diatasnya disiram dengan sirup gula merah
dan saus santan yang beraroma harum daun pandan.
Nikmaaatt sekali...

Nasi Pecel Tumpang Jl. Brawijaya Kediri
Lokasi : di trotoar, pojokan Jl. Brawijaya (kiri jalan, ke arah Jembatan Lama)
Jam buka : sore sampai malam hari
Ibu penjual menggelar lapaknya di trotoar jalan. Nasi pecel tumpang yang mantap, terlebih
rasa sambel tumpang-nya. Joosss tenan..!!
Harus memiliki jiwa yang penyabar dan hati penuh ketabahan, jika ingin menikmati mantapnya nasi pecel tumpang disini. Pelanggan yang antri sampai berjubel. Celutukan saat
melihat antrian : "Byuh.. byuh.. sing dodol nganti ora ketok..!!"
Jadi sambil menunggu pesanan, duduk santai saja. Sambil merenung, menjalankan 'laku sabar' atau menikmati 'drama' kehidupan jalan raya.. hilir mudik orang dan kendaraan yang melintasi Jl. Brawijaya.
Lesehan Nasi Pecel Tumpang Jl. Dhoho
Lokasi : berada di emperan toko, sepanjang Jl. Dhoho
Jam buka : saat malam hari, setelah pertokoan tutup
Kegiatan yang 'ngangeni' saat mudik, lesehan nasi pecel tumpang di emperan toko Jl. Dhoho. Duduk di atas gelaran tikar, ngobrol 'ngalor-ngidul', ngobrol santai ramai-ramai. Ditemani segelas kopi tubruk, ditemani semilir angin malam. Dan.., yang paling seru, saling berbagi cerita dengan dialek / logat bahasa Kediri yang khas banget, selalu ada selingan kata : peh.. peh.. peehh..!!

  • Soto Bok Ijo soto ayam khas Kediri
  • Poo Kang rumah makan kediri
  • warung kuliner bakso barokah kediri
  • Lokasi Nasi goreng Khas kediri
  • ayam bakar kecap terminal kediri

0 komentar
 
Support : Creating Website | SLB Kerabat Mulia
Proudly powered by Blogger